Sabtu, 01 Juni 2013

Keanekaragaman Hayati Spesies Bumi

LiveScience.com/Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) - This photograph of the recently discovered carnivorous harp sponge, Chondrocladia lyra, was taken in Monterey Canyon, off the coast of California, at a depth of about 11,500 feet (3,500 meters).


Oleh Jeanna Bryner, Managing Editor LiveScience | LiveScience.com

Seekor kecoa bersinar, monyet berpunggung biru, dan bunga karang pemakan daging masuk dalam 10 temuan spesies baru tahun 2012, demikian diumumkan para ilmuwan pada 23 Mei.

Memasuki tahun keenamnya, daftar Top 10 New Species disusun oleh Institut Internasional untuk Eksplorasi Spesies di Arizona State University dan diumumkan bertepatan dengan perayaan ulang tahun Carolus Linnaeus — pencipta sistem modern untuk penamaan dan pengklasifikasian spesies.

Panel ilmuwan memilih 10 spesies baru terbaik dari lebih 140 nominasi yang ada; sebagai bahan pertimbangan, spesies harus telah resmi dinamai/ memiliki nama pada 2012 dan digambarkan dengan kode yang sesuai dengan sistem pemberian istilah.

"Kami mencari organisme dengan wujud atau ukuran yang unik serta spesies langka dan yang atau habitat yang sulit dijangkau," kata Antonio Valdecasas, seorang ahli biologi dan zoologi dari Museo Nacional de Ciencias Naturales di Madrid, Spanyol, dalam sebuah pernyataan.

"Kami juga mencari organisme yang memiliki kaitan dengan kehidupan manusia — mereka yang memainkan peran tertentu dalam habitat manusia atau yang dianggap kerabat dekat," tambah Valdecasas, yang merupakan ketua komite untuk daftar 10 spesies terbaik.

Spesies unikSalah satu makhluk yang memiliki wujud aneh adalah kecoa yang bisa bersinar dalam keadaan gelap, bernama Lucihormetica luckae. Kecoa ini juga bisa berubah wujud dengan meniru bentuk kumbang beracun untuk menghindari serangan predator. Selain itu, bunga karang karnivora berbentuk seperti harpa juga masuk dalam daftar. Bunga karang (Chondrocladia lyra), yang hidup lebih dari 3 kilometer di bawah Samudra Pasifik, dipersenjatai dengan 20 baling-baling berduri yang mirip senar harpa. Setelah menangkap mangsa gemuk, bunga karang menyelubungi santapannya dalam selaput tipis dan perlahan-lahan mulai mencernanya.

Kemudian ada juga monyet berpantat biru. Ditemukan di Republik Demokratik Kongo, Cercopithecus lomamiensis lebih sering didengar daripada terlihat karena kawanan monyet itu lebih sering keluar ketika fajar. Meski begitu, hewan tersebut dilengkapi dengan beberapa keunikan yang mencolok, termasuk warna biru yang melekat di pantat, testis, dan bagian kerampangnya, serta mata yang mirip dengan manusia.

Makhluk aneh lain yang masuk dalam daftar 10 spesies baru termasuk ular nokturnal pemakan siput (Sibon noalamina) yang ditemukan di wilayah pegunungan di Panama; seekor katak yang amat mungil (Paedophryne amanuensis) memiliki panjang 7 milimeter yang kini dianggap sebagai vertebrata terkecil di dunia. Turut mengisi daftar adalah jamur bercorak hitam yang mengancam lukisan gua Paleolitik, sekuntum violet ungu kecil dari wilayah ketinggian Andes di Peru, sebuah semak belukar yang terancam punah dengan daun hijau zamrud dan bunga magenta, dan spesies fosil baru dari lalat yang bisa meniru layaknya daun dari pohon gingko.

Mengidentifikasi keanekaragaman hayatiPanitia mengatakan, identifikasi spesies bumi sangat penting, karena banyak di antara mereka yang keberadaannya terancam. "Selama berpuluh-puluh tahun, kami memiliki rata-rata 18.000 penemuan spesies per tahun yang cukup masuk akal sebelum krisis keanekaragaman hayati. Kini, mengetahui bahwa jutaan spesies tidak dapat bertahan hidup abad ke-21, saatnya untuk mengambil langkah," kata Quentin Wheeler, direktur pendiri Institut Internasional untuk Eksplorasi Spesies di ASU, dalam sebuah pernyataan. "Kami menyerukan untuk melakukan misi seperti NASA untuk menemukan 10 juta spesies dalam 50 tahun ke depan," tambah Wheeler.



SUMBER : http://id.berita.yahoo.com/keanekaragaman-hayati-spesies-bumi-080017094.html

Misteri tersulapnya nilai UN Gita Saraswati dari 7,8 jadi 0,8

MERDEKA.COM. Kesedihan sempat mewarnai wajah Gita Saraswati (17), siswi SMA Negeri 15 Sunggal Medan setelah dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN). Gita dinyatakan tidak lulus karena nilai ujian Bahasa Indonesia-nya hanya 0,82.

Gita lalu protes ke sekolahnya dan dinas pendidikan. Ia protes karena yakin bisa mengerjakan soal UN Bahasa Indonesia dengan mudah. Di sekolah, nilai Bahasa Indonesia Gita rata-rata 8.

"Gita tidak bisa terima. Gita yakin bisa jawab soalnya. Minimal 20 soal saya bisa jawab, apalagi itu kan mata ujian hari pertama, boleh tanya orangtua, saat itu Gita benar-benar fokus belajar. Kok nilainya cuma 0,82," kata Gita, siswi SMA Negeri 15 ini, Rabu (29/5) lalu.
Sehari setelah Gita berbicara ke publik, perjuangan Gita membuahkan hasil. Bim salabim, tiba-tiba dari pihak sekolah mendapat informasi bahwa Gita lulus ujian.

Ternyata, nilai Bahasa Indonesia Gita tidak 0,82 tapi 7,8. Karena ada perubahan nilai, Gita akhirnya dinyatakan lulus.

Kepala SMAN 15 Medan, Darwin Siregar mengaku tak tahu bagaimana nilai bahasa Indonesia Gita Saraswati bisa salah. Darwin juga tidak bisa menjelaskan kronologi terjadinya kesalahan pada penilaian lembar jawaban ujian Bahasa Indonesia Gita.

"Bukan domain saya menjawab itu, melainkan panitia UN," jelasnya kepada merdeka.com, Kamis (30/5).

Tidak hanya Darwin, Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan Sumut Yusri dan Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan Medan Marasutan Siregar mengaku tidak mengetahui persoalan itu.

"Saya belum mendapat laporan. Saya baru tahu dari Anda," ucap Yusri saat dihubungi merdeka.com, Kamis (30/5).

Ketidaktahuan ini juga disampaikan Marasutan Siregar. Seperti Yusri, dia juga sempat bertanya tentang kasus yang menimpa Gita Saraswati. "Yang mana? Oh kalau soal hasil itu ke Unimed (Universitas Negeri Medan)," katanya.

Kalau semua tidak tahu begini, lantas siapa yang harus bertanggung jawab?
Sumber: Merdeka.com ( http://id.berita.yahoo.com/misteri-tersulapnya-nilai-un-gita-saraswati-dari-7-002200423.html )

Kupu Kupu Yang Indah Untuk Mu Gaby




Pagi Hari saat Matahari menyiarin dunia dengan Indah , Di Saat Itu Lah aku liat Kamu...







Tentang Harlem Shake


Akhir Juni tahun lalu, seorang disk jockey kurang terkenal di Brooklyn merilis lagu electronic dance music (EDM) berjudul Harlem Shake. Dia merilis lagu tersebut di website gratisan tanpa banyak keriuhan.

Tapi, di awal Februari 2013, Harlem Shaketelah menjadi fenomena massa selevel Psy, penyanyi Gangnam Style. Orang-orang dengan gaya apa dan latar belakang apa pun melakukan Harlem Shake.

Kini, di YouTube, telah ada lebih dari 100 ribuposting-an video Harlem Shake. Ketika Billboard mengubah kriteria lagu-lagu ngehit dengan memasukkan data YouTube dalam sepekan,Harlem Shake meroket menjadi nomor satu dalam daftar 100 lagu hot.

Hal yang lucu adalah video Harlem Shake milik Baauer sendiri tidak pernah ada. Di YouTube, yang ada hanya versi resmi dalam bentuk audio, yang telah dilihat orang 14 juta kali.

Nasib baik terjadi setelah versi dansa Harlem Shake, yang dibuat komedian Filthy Frank di YouTube, menjadi virus pada 2 Februari. VideoHarlem Shake versi Frank mencatat 17 juta penonton dan membuat ratusan ribu orang lainnya meniru dan membuat video Harlem Shake versi masing-masing. Bahkan ada lebih dari 70 video Harlem Shake yang dilihat sekurangnya 1 juta orang.

Karena YouTube mengizinkan artis, label rekaman, dan publisher untuk mengukur nilai uang dari lagu melalui layanan konten ID, Baauer akhirnya mampu meraih pendapatan dari versi orisinal dan dari versi cover-nya. Namun, beberapa orang yang berkecimpung di industri musik mengatakan bahwa aliran uang tidak akan bertahan. "Lebih baik tidak menghentikan pekerjaan sehari-hari mereka," kata Jamie Kitman, seorang manajer di OK Go.

Tapi, Matt Johnson, seorang musikus grup rock Matt and Kim, mengatakan, kemasyhuran Harlem Shake pantas ditujukan kepada Baauer. Dia pun mengaku menyukai lagu Harlem Shake. "Ada energi tertentu yang diciptakan dalam 30 detik yang merupakan bagian dari lagu dan video-video lainnya. Anda tidak perlu memiliki keterampilan menari atau belajar dengan rutinitas yang lama," kata dia.

Matt and Kim mem-posting video Harlem Shake versi sendiri pada 11 Februari lalu. Kini, video mereka telah dilihat oleh 9 juta penonton...


Menanti Ke Hadiran Cleo



Menanti Ke hadiran Cleo

Siang itu panas sekali. Sambil berjalan menuju stasiun yang berada diatas, beberapa kali aku mengelap wajahku yang penuh keringat. Siang ini tidak seramai hari biasanya. Petugas stasiun juga terlihat santai.

Muncul KRL melintas di depanku, tapi aku masih ingin bersantai karena kerjaanku hari ini sudah selesai. Dari KRL yang kini sedang berhenti, kenapa banyak orang berpasangan. Risih? Tentu tidak.

Buat apa kita iri melihat orang yang berpasangan atau berpacaran. Jatuh cinta itu ketika siap, bukan karena kamu kesepian. Kereta yang kutunggu masih belum datang juga. Kini stasiun mulai sepi. Aku melirik ke sekitar ku.

Ah, apa itu, bening sekali. Indah. Seorang gadis berwajah agak lonjong, putih, manis, berambut panjang lurus, ia jalan kearahku. Ah, semoga ia duduk disebelahku. 

Yak, wanita itu duduk di sebelahku. Dia cantik sekali. Entah lebay atau tidak, bagiku kecantikan dia seperti seorang Ratu.

Aku melirik ke arah jam tanganku, disaat bersaaman ia melihat jam tangannya juga. Aku menengok ke sebelah kanan menanti kereta yang kunanti. Tiba – tiba wanita itu juga menengok ke arahku.
 Mataku terbelalak ketika melihat ia menoleh ke arahku. Ia sempat tersenyum sedikit kepadaku.

 Ah, datang juga KRL itu. Aku dan wanita itu berdiri dan menuju pintu KRL. Karena isi KRL sudah dipenuhi penumpang, aku dahulukan si wanita cantik itu.

 Kini ia tersnyum lebar kepadaku. Pintu kereta tertutup. Aku hanya bisa memandangi wajah wanita itu dari depan pintu yang dilapisi kaca. Kereta itu pergi, begitu juga dengan si wanita cantik itu. Akupun masih menunggu kereta selanjutnya.
*
Hari telah berganti, tapi suasana panas kota ini masih tidak berganti, selalu panas. Hari ini bisa pulang cepat lagi karena kerjaanku tidak banyak dikantor, siapa tahu saja bisa bertemu wanita yang kemarin. 
Kalau bertemu lagi siapa tahu jodoh. Kedua kali itu bukan kemungkinan, tapi takdir yang pertemukan.

Hampir setengah jam aku menanti kereta. Dan menanti gadis yang kemarin juga tentunya. Tidak lama, ada seseorang yang duduk disampingku. Aku mencoba melihat wajahnya, tapi sulit karena rambutnya yang panjang. 

Aku terus mencoba mencuri pandang dari tempatku duduk. Eh, tiba – tiba ia menoleh. Yak! Itu adalah gadis yang kemarin. Ia tersenyum padaku. Ia segera melepas headset yang ia pakai dikupingnya. Karena rambutnya yang panjang aku tidak melihat dia memakai headset.

“Eh, kamu lagi.” Ucap wanita itu padaku.
“Eh, kamu juga lagi” balasku sambil nyengir.
“Udah dua kali ya kita ketemu barengan gini, padahal kan tujuan kita gak sama ya?” tanya gadis itu.

“Hemm.. kalo dua kali sih biasanya bukan kebetulan loh.” Balasku.
“Jodoh maksudmu?”
“Tergantung nasib. Hehe.” Balasku sambil tertawa kecil.
Gadis itu memperhatikan jam tangannya. Mulutku tak tahan ingin menanyakan siapa namanya.
“Boleh tau nama kamu?” tanyaku ke wanita itu.
“Hemm, buat apa?”
“Buat nyapa kamu, kalo besok – besok ketemu lagi disini.”
Gadis itu diam, berpikir. “Gini aja, kalo besok kita ketemu lagi disini, baru aku kasih tau namaku.”
“kok gitu?" gumamku. "Kalo besok kita ketemu lagi, bukan kebetulan namanya." ucap gadis itu. Ia langsung berdiri dan pergi berjalan kearah tangga stasiun.

Aku hanya memberi senyum saat dia pergi melangkah turun ke bawah stasiun. Ah, semoga saja besok bisa bertemu dia, lagi.
*
Ah, tumben sekali hujan turun dikota yang biasanya panas dan banyak polusi ini. Hari ini aku tidak boleh terlambat ke stasiun. Bukan untuk naik kereta, tapi bertemu gadis kemarin. Gara – gara hujan hari ini aku harus berteduh sebentar dan sepertinya terlambat bertemu dengan gadis itu.

Ah, benar ternyata aku terlambat. Aku datang lebih telat dari hari kemarin. Kucari dia di seluruh stasiun belum kelihatan. Kemana dia, gadis berambut panjang itu. Masa iya aku bertanya kepada orang – orang di stasiun?

Mulai habis asaku. Aku bingung, perasaan apa ini? Kenapa tak bisa kujelaskan, kenapa aku masih rela menanti dan mencari gadis itu. Aku berjalan pelan menuju tangga yang menuju bawah stasiun. Aku mulai menuruni 2 anak tangga, dari belakang ada yang menepuk pundakku.

 “Cleopatra.”
Aku heran. Ternyata itu gadis yang kunanti. Ia tersenyum padaku.
"Tergantung nasib?" lanjut Cleopatra kepadaku.

Ah, gadis cantik itu punya nama secantik dirinya. Cleopatra. Setelah berkenalan, aku dan Cleopatra duduk bersama sambil bercerita.
Hari – hari selanjutnya pun kulalui menunggu kereta datang, sambil menanti Cleopatra menemaniku.
Oh iya, aku tahu ini perasaan apa. Ini bukan perasaan cinta. Tapi ini perasaan, yang tak ingin kehilangan dan ingin memiliki dia.

Mencoba Mendekati Gaby



Mencoba Mendekati Gaby

“Gab..” Panggilku ke gadis di depanku.
“Apa?” Jawabnya jutek.
“Entar, abis pulang sekolah kemana?”
“Mau tau banget?”
“Iya, mau pulang bareng gak?”
“Gak, gue dijemput Boy.”
“Oh, emang, dia gak kuliah?”
“Rempong deh lo.” Ucap Gaby, dan langung meninggalkanku.
Kepalaku tertunduk lemas setelah mendapat perlakuan itu dari Gaby. Aku berjalan sendiri di lorong sekolah sampai akhirnya ada dia...
“Aa... A.. A, Azzzekk, cinta ditolak, guru BP bertindak.” Ucap Ochi.
“Elu lagi. Dari mana lu?” Tanyaku.
“Kantin, tadi gimana Gaby?”
“Ya... gitudeh.”
“Sebenernya perlakuan tidak menyenangkan dan harapan palsu bisa dihukum pidana loh.” Ucap Ochi dengan percaya diri.
“Gaya lu kayak anak hukum aja.”
“Eh ntar gue mau kuliah ambil jurusan hukum.”
“Iya, hukum rimba sama hukum karma.”
“Boy tuh siapa sih?” Lanjutku.
“Katanya mah pacarnya, anak kuliahan gitu.” Jawab Ochi.
Mendengar itu, akupun tertunduk lemas.
“Woles aja kale, baru pacar, temen gue aja ditinggal tunangan masih tetep usaha.”
“Tau deh, Chi.”
“Gaby mana?”
“Tadi sih udah jalan keluar sekolah.”
Saat aku dan Ochi jalan bersama menuju luar sekolah, teman – temanku bergerombolan keluar sekolah, mereka beramai – ramai menuju sebrang sekolah.
“Gaby!!” Teriakku.
“Aduh, gue panik! Mesti woles, mesti woles!” Ochi terlihat panik.
“Woy bantuin dong! Panggil taksi! Chi sini Chi!” Panggilku ke Ochi.
“Duh, gue lagi woles nih! Sumpah gue woles gak boong!!!” Lanjut Ochi.

“Keadaannya membaik, untung kita cepat mendapatkan donor.” Ucap seseorang berpakaian dokter.
“Ma, makasih dok, tapi saya tetep woles kok.” Ucap Ochi.
Ochi berdiri sendiri, dari ujung lorong Ochi menghampiriku.
“Kok masih lemes sih? Ayo dong semangat.” Ucap Ochi.
“Iya Chi.” Jawabku.
Aku dan Ochi berjalan bersama. Kami meninggalkan lorong itu. Sebelumnya aku sempat menatap ke sebuah ruangan, yang dilapisi dengan kaca. Aku berharap banyak dengan isi dari ruangan itu.

Hari sekolah berjalan seperti biasa. Kulihat Gaby sedang duduk sendiri di tangga sebelah kelasnya.
“Gab..”
“Apa?”
“Udah sembuhan?”
“Lumayan.”
“Kemarin gimana? Udah check up lagi?”
“Cuma bermasalah di darah doang.”
Gaby segera bangun dari duduknya dan meninggalkanku. Aku duduk sendiri di tangga itu.
Jam pelajaran olahrga adalah favoritku. Aku menikmati pemandangan indah kelas olahraga. Gaby duduk bersama teman – temannya.
Aku hanya bisa menatap Gaby dari jauh sambil bermain futsal bersama teman – temanku.
Kenapa Gaby? Ia memegangi perutnya. Ah jangan sampai lagi.
Aku harap tidak terlalu parah.

“Kondisinya makin parah, kita butuh lebih banyak lagi.” Ucap dokter.
“Memang yang tadi saya transfusi masih kurang, dok?” Tanyaku.
“Sudah cukup, tapi untuk berjaga – jaga kalau lukanya terbuka kembali.”
“Semoga tidak.”
“Ya, semoga. Tapi karena kejadian waktu itu cukup parah, lukanya bisa terbuka kapanpun jika ada benturan.”
“Hubungi saya dok, jika butuh lagi.”
“Itu urusan rumah sakit, sudah hampir separuh kamu ada di Gaby.”
Aku tertunduk. Dokter meninggalkanku. Aku kini hanya bisa menatap ruangan Gaby dirawat.
Hari ini Gaby terlihat sudah cukup sehat, semoga tidak terjadi apa – apa lagi pada dirinya.
“Masih sakit gak, Geb?” tanyaku.
“Lo peduli banget yah sama gue?”
“Gak boleh?”
“Ngapain sih lo sok care gitu sama gue? Kayak pernah ngasih sesuatu aja buat gue.”
Lagi – lagi Gaby meninggalkanku.
“Chi, Gaby mana? Gak masuk yah?” Tanyaku.
“Emang lo gak tau?”
“Enggak kenapa?”
“Dia masuk RS lagi.”
“Sekarang Gaby kenapa lagi, Dok?” Tanyaku.
“Ulu hatinya terkena infeksi akibat luka itu, ginjalnya juga kena.”
“Lalu harus apa dok?”
“Butuh donor ginjal pastinya.”
Dengan tatapan penuh harapan, aku menatap mata Dokter.
Aku yang terduduk sendiri dikelas, dihampiri Ochi.
“Udah woles belom?” Tanya Ochi.
“Yang penting dia woles dulu deh.”
“Tapi lo harus ngomong sama dia.”
“Bingung, Chi.”
“Lo harus ngomong sekarang, karena sebentar lagi lo gak akan punya waktu.”
Bu Guru masuk ke kelas, di belakangnya Gaby mengikuti membawa tas. Bu Guru memberikan pengumuman bahwa Gaby akan pindah sekolah ke luar kota. Gaby sempat mengucapkan terima kasih pada teman – teman sekelas.
Gaby keluar kelas sendiri. Ia membawa tas punggunya.
“Bu, saya izin ke toilet.” Aku langsung keluar kelas.
Aku mencari Gaby, semoga aku masih sempat mengejarnya. Gaby masih ada didepan gerbang sekolah.
“Gab..” Panggilku.
“Apa lagi?”
“Makasih.”
“Makasih kenapa?”
“Makasih, udah bisa kenal sama lo.”
“Udah?”
“Lo, udah gak kenapa – napa kan?”
“Hem... udah mendingan, kemarin dapet donor ginjal gatau dari siapa. Tapi gue makasih banget sama tuh orang.”
Mendengar itu, aku memegang perutku dengan tangan kiriku. Aku tersenyum.
“Lo kenapa megangin perut gitu? Laper?” Tanya Gaby.
“Iya, Gab.”
“Yaudah, gue udah dijemput. Maaf yah kalo pernah punya salah sama lo.”
Saat mengucapkan salam terakhir, ia sempat tersenyum manis sekali padaku. Dengan rambutnya yang panjang, senyumnya yang manis. Aku senang bisa melakukan semuanya untuk Gaby. Karena separuh aku, kini ada di Gaby.